Bukan Cuma Main, Game Ini Ajak Cari Artefak Bersejarah yang Hilang

Jakarta, dunlavinartsfestival Indonesia

Developer

game

, Wooga, mengajak para pemainnya untuk mencari keberadaan

artefak

penting peninggalan Perang Revolusi Amerika Serikat lewat perburuan harta karun secara virtual. Lewat cara ini, developer berharap aksi ini dapat memicu penemuan nyata di dunia asli.

Inisiatif ini hadir lewat ‘June’s Journey’, sebuah game teka-teki pencarian hidden object. Game ini mengusung latar New York tahun 1920-an dan mengajak pemain berperan sebagai detektif amatir bernama June Parker yang bertugas memecahkan berbagai teka-teki kejahatan.

Hingga kini, game gratis tersebut sudah diunduh lebih dari 50 juta kali di Google Play Store.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir

dunlavinartsfestival

, Wooga bekerja sama dengan para sejarawan, museum, galeri seni, hingga keturunan dari pemilik asli artefak untuk memunculkan benda-benda bersejarah yang hilang ke dalam permainan dalam jangka waktu tertentu.

Beberapa benda bersejarah yang dimasukkan ke dalam game ini antara lain:

Medali Pertempuran Cowpens (abad ke-18): Penghargaan untuk Jenderal Daniel Morgan atas kemenangannya melawan pasukan Inggris di Carolina Selatan pada 1781. Medali ini hilang dicuri dari brankas bank pada 1818 dan tidak pernah terlihat lagi selama lebih dari 200 tahun

Lambang Kerajaan Raja George III: Sebagian dari lambang ini pernah terpasang di Gereja Christ Church, Philadelphia. Dua pertiga bagiannya diyakini dihancurkan saat revolusi meletus, sementara sepertiga sisanya masih tersimpan di gereja tersebut.

Meriam berukir Saratoga: Salah satu dari dua meriam yang disita saat Pasukan Inggris menyerah pada 1777, lalu hilang pada 1813 setelah perebutan wilayah Ogdensburg.

Selain tiga artefak tersebut, ada objek lain yang dimasukan, di antaranya topi militer berhiaskan tiga bulu burung unta, kain sulam bersejarah yang menggambarkan kediaman Jenderal William Alexander (Lord Stirling), serta jas militer merah milik tentara Inggris.

Terinspirasi Stuart Little

Ben O’Donnell, sutradara game June’s Journey, mengungkap bahwa ide ini permainan ini terinspirasi dari kisah nyata pada tahun 2009. Saat itu, sejarawan seni asal Hungaria, Gergely Barki, sedang menonton film anak-anak ‘Stuart Little’ (1999) bersama putrinya.

Ia terkejut ketika melihat lukisan yang menjadi latar belakang dalam salah satu adegan film tersebut adalah ‘Sleeping Lady with Black Vase’ karya Robert Bereny, sebuah lukisan langka yang telah hilang puluhan tahun.

Setelah ditelusuri, penata busana film tersebut membeli lukisan itu di toko barang antik di California tanpa menyadari nilainya, sebelum akhirnya dijual kembali dan dilelang di Hungaria.

Dalam merancang program ini, Wooga menggaet Don Hagist, sejarawan sekaligus editor Journal of the American Revolution.

Jika ada pemain atau masyarakat umum yang merasa menemukan atau memiliki benda yang mirip dengan artefak tersebut di kehidupan nyata, mereka dapat mengirimkan bukti melalui saluran khusus yang disediakan. Don Hagist bersama tim pakar akan menindaklanjuti dan memverifikasi keaslian temuan tersebut.

“Beberapa benda ini mungkin tidak selalu dicuri secara kriminal, melainkan hanya tersimpan di loteng rumah warga atau museum kota kecil tanpa disadari nilainya. Kami ingin mengedukasi publik mengenai sejarah dan bentuk benda-benda ini-siapa tahu hal itu bisa mengingatkan seseorang,” jelas O’Donnell.

Pakar kejahatan seni internasional, Arthur Brand, menanggapi positif langkah ini. Menurutnya, publikasi dari game populer seperti ini berpotensi besar memicu ketertarikan masyarakat umum serta generasi muda terhadap sejarah, sekaligus membuka peluang ditemukannya kembali benda-benda bersejarah yang lama hilang.

(dir)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video dunlavinartsfestival]

Baca lagi: Abdel Tak Lagi Sesak kala Kenang Mendiang Temon

Baca lagi: Presiden Prabowo Resmi Lantik 1.177 Taruna Akmil-Akpol di Istana

Baca lagi: Deretan Selebritas Punya Koleksi Mobil Suzuki di Garasinya

3 Responses

  1. Wah, penjelasan yang luar biasa informatif. Sangat mencerahkan pikiran saya mengenai topik ini. Bagi yang sedang mencari bacaan pendukung, silakan kunjungi https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297307881_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320054532_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320744417_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296976769_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297083647_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320539442_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297598718_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320230849_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297380767_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320010038_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297151729_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320194285_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296903891_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297337906_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296992091_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297605001_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320631288_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320076777_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297630108_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320058765_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296933778_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320052466_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296985672_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297490337_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297635282_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320505738_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297519019_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297595842_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320371849_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297121448_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: