
Jakarta, dunlavinartsfestival Indonesia
—
Tim gabungan perusahaan teknologi bersama lembaga penegak hukum internasional berhasil membongkar dan menangkap sindikat
online scams
melalui operasi bersama di Washington, DC dan
Bangkok
.
Upaya pemberantasan sindikat online scams yang dimulai pada 18 Mei ini melibatkan Meta, Microsoft, Coinbase, Starlink, dan sejumlah perusahaan teknologi global bekerja sama dengan the U.S. Department of Justice, Royal Thai Police, serta lembaga penegak hukum internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instansi-instansi ini berbagi informasi dan membongkar sindikat online scams melalui operasi bersama di Washington, DC dan Bangkok. Hasil dari operasi ini, lebih dari satu juta aset online disita dalam operasi tersebut.
“Melindungi orang-orang di seluruh dunia dari online scams merupakan salah satu prioritas utama kami. Operasi gabungan yang diumumkan hari ini, yang mencakup penutupan lebih dari satu juta akun, pembekuan aset, dan lebih dari 60 penangkapan tersangka, menunjukkan betapa kuatnya kerja sama dalam memerangi para scammer,” ujar Chris Sonderby, VP and Deputy General Counsel Meta dalam keterangannya, Kamis (4/6).
Meta telah menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun, laman, dan grup di Facebook dan Instagram. Microsoft juga telah menangguhkan sekitar 20.000 akun scammers yang terkait dengan jaringan online scams.
Selain itu, Royal Thai Police telah menangkap 63 orang yang terlibat dalam jaringan online scams. Di sisi keuangan, Coinbase telah membekukan aset kripto senilai lebih dari US$3 juta yang terkait dengan jaringan kriminal.
Sementara Starlink terus memperkuat upaya penegakan keamanan bagi konsumennya, salah satunya dengan memutus konektivitas terhadap ribuan perangkat Starlink yang diduga digunakan secara ilegal.
Lebih lanjut, sindikat online scams ini diketahui telah mengeksploitasi jutaan orang di seluruh dunia melalui berbagai modus, seperti romance scams, penipuan investasi, hingga kerja paksa di pusat-pusat operasi online scams.
Oleh karena itu, langkah terkoordinasi sangat penting untuk melindungi masyarakat di dunia digital.
“Operasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara perusahaan teknologi dan penegak hukum,” tutur Steven Masada, Global Head of Microsoft’s Digital Crimes Unit.
“Kejahatan penipuan online transnasional tidak dapat ditangani oleh satu lembaga atau satu negara saja. Karena itu, kolaborasi yang kuat serta pertukaran informasi yang tepat waktu tetap menjadi faktor penting dalam membongkar jaringan-jaringan ini dan melindungi masyarakat.” tambah Police Lieutenant General Jirabhop Bhuridej.
(lom/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video dunlavinartsfestival]
Baca lagi: Mercedes-AMG Rilis Livery Baru untuk F1 2026
Baca lagi: Menyesap Pesona Zhouzhuang, ‘Venesia dari Timur’ Shanghai
Baca lagi: Demonstran Rayakan Kemenangan Usai Menteri Pendidikan India Mundur



3 Responses
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320233725_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Penulisannya rapi dan penjelasannya terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Keren abis! Kemarin saya juga sempet mampir ke laman https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297447346_htm yang mengulas hal serupa.
Penjelasannya enak dibaca dan nambah wawasan. Supaya dapet akses yang selalu lancar tanpa hambatan, kalian bisa pakai untung365 link alternatif ini.